Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja. Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir. (Pepatah Bugis)

Halaman Depan > Komunitas Ininnawa > Pengalaman sukarelawan

Pengalaman sukarelawan

Senin 5 Maret 2007, oleh admin

Kegiatan utama selama waktu yang saya habiskan di Sulawesi Selatan adalah menjadi fasilitator Youth Camp tahunan Rumah KaMu. Ketika saya tiba di Rumah KaMu, persiapan untuk kemah pemuda sedang dilakukan. 21 peserta terpilih dari banyak siswa Sekolah Menengah Atas kelas 1 & 2 yang mengajukan aplikasi. Saya dan 11 fasilitator lainnya pergi retreat ke Malino selama seminggu untuk mendiskusikan taktik dan evaluasi dari Youth Camp sebelumnya, sehingga kami dapat membuat Youth Camp kali ini sebagai pengalaman tidak terlupakan bagi peserta dan komunitas yang menjadi tuan rumah.

Ide dari Youth Camp adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang berasal dari kota untuk mengalami hidup dengan orang yang berasal dari lingkungan yang berbeda sepenuhnya. Tahun ini Youth Camp diselenggarakan di desa Jene Tallassa, suatu desa pertanian yang indah dan terletak di daerah pegunungan, beberapa jam dari Makassar. Akhirnya, sampailah waktu bagi kami untuk berangkat. Peserta berdatangan, sangat bersemangat, dan beberapa terlihat gugup. Kami semua dinaikkan ke dalam bis yang panas dan berkeringat menuju pegunungan. Kami semua tinggah dengan keluarga asuh dan belajar banyak mengenai kehidupan seharian di pegunungan. Para peserta belajar bagaimana melakukan penelitian dengan metode pengamatan dan wawancara. Kemudian mereka dibagi dalam kelompok kecil untuk mendalami topik yang mereka pilih selama sepuluh hari dan menulis laporan yang tidak akan diperiksa. Topiknya terfokus pada desa, industri pertanian, system irigasi, system pendidikan, reaksi terhadapt modernisasi dan pekerja migran.

Para siswa menghasilkan laporan yang sangat menarik, meskipun ini merupakan bentuk pendidikan informal. Telah dibuktikan boleh banyak organisasi di dunia bahwa pendidikan informal memegang kunci penting dalam pendekatan siswa, khususnya pada organisasi yang tidak melakukan pendekatan “berorientasi bisnis” yang dapat kita lihat dalam banyak lembaga pendidikan. Peserta belajar banyak dengan mengalami secara aktif budaya yang baru dan saya percaya mereka tidak akan pernah melupakan Jene Tallasse. Ada airmata di saat perpisahan, tapi kami tahu suatu hari saya dan peserta lainnya akan kembali ke tempat luar biasa ini, untuk bertemu dengan orang-orangnya, terutama Bapak dan Ibu yang begitu baiknya mengasuh saya selama saya disana.