Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja. Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir. (Pepatah Bugis)

Halaman Depan > Komunitas Ininnawa > Makassar Nol Kilometer

Makassar Nol Kilometer

Kamis 8 Maret 2007, oleh admin

Melalui buku ini, saya bisa mendapatkan gambaran kasar kota yang dulu saya tinggali sampai tahun Agustus 1982. Saya baru datang ke Makassar dua kali sejak pindah dari kota itu.

Saat kembali dari Indonesia bulan lalu, saya membawa buku Makassar Nol Kilometer yang diterbitkan oleh Media Kajian Sulawesi bekerjasama dengan Penerbit Ininnawa. Buku ini sebenarnya sudah saya beli bulan Maret lalu atas bantuan Rara, tetapi saya baru bisa ke Indonesia lagi bulan lalu. Buku ini adalah kumpulan tulisan-tulisan pendek yang bercerita tentang kota Makassar dari berbagai sudut pandang.

Melalui buku ini, saya bisa mendapatkan gambaran kasar kota yang dulu saya tinggali sampai tahun Agustus 1982. Saya baru datang ke Makassar dua kali sejak pindah dari kota itu. Pertama di tahun 2002 untuk urusan pekerjaan dan kedua di tahun 2005 guna menghadiri akad nikah kakak. Praktis saya tidak lagi mengenal kota ini. Yang ada hanyalah kenangan masa kecil, misalnya bermain di halaman rumah Jl. Bungaya 45A, mobil VW kodok putih, dan tiang listrik di dekat tembok samping rumah yang sering saya gunakan untuk kabur main ke rumah teman di siang hari.

Karebosi, Pantai Losari, Pasar Cidu, … kata-kata ini membangkitkan kenangan. Tetapi itu hanya kenangan. Coba baca bagian kuliner di buku ini. Sop Saudara, coto makassar, jalangkote, pisang epe. Kata-kata ini membuat air liurku terbit. Nikmatnya sop saudara… coto makassar yang membuat berkeringat… pisang epe yang dihidangkan panas dengan air gula merah dan duren. Wah, gawat! Ingin ke Makassar lagi! Mudah-mudahan ada rejeki buat berburu makanan enak di sana.

Review pendek ini juga bisa dibaca di sini.