Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja. Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir. (Pepatah Bugis)

Halaman Depan > Komunitas Ininnawa > Telah Terbit: Warisan Arung Palakka Cetakan Kedua

Telah Terbit: Warisan Arung Palakka Cetakan Kedua

Senin 5 Maret 2007, oleh admin

Jelajah cepat

Warisan Arung Palakka (cetakan kedua), p1
Jagad Maritim Orang Makassar, p1

Buku Warisan Arung Palakka; Sejarah Sulawesi Selatan Abad ke-17 karya Leonard Y Andaya, yang diterjemahkan dari buku berbahasa Inggris cukup disambut oleh pembaca. Penerbit Ininnawa telah menerbitkan cetakan kedua buku tersebut. Selain buku Warisan Arung Palakka, buku berjudul Jagad Maritim Orang Makassar karya Darmawan Salman juga baru-baru ini diterbitkan oleh Penerbit Ininnawa.

Warisan Arung Palakka (cetakan kedua)

Warisan Arung Palakka; Sejarah Sulawesi Selatan Abad ke-17 (The Heritage of Arung Palakka; A History of South Sulawesi in the Seventeenth Century) Leonard Y Andaya (Pen.) Nurhady Sirimorok (Penerj.) Penerbit Ininnawa & Media Kajian Sulawesi (MKS) Cetakan kedua Oktober 2006 459 halaman Harga Rp40.000,-

Buku ini adalah sebuah alternatif, setidaknya ini berlaku untuk dua hal. Pertama, sebagai alternatif wacana sejarah nasional yang agaknya kini hanya berkisar pada pelurusan sejarah seputar kejadian ‘Gerakan 30 September’ dan ’11 Maret’. Pemusatan wacana seperti ini bisa saja (kembali) menenggelamkan banyak isu penting di daerah lain Indonesia yang juga memerlukan perhatian.

Kedua, sebagai alternatif bacaan bagi sejarah daerah yang kini sementara berbenah diri. Tidak sedikit isu kontroversial yang ‘gaungnya’ besar, mendapat penjelasan memadai dalam buku ini. Mulai dari perdebatan nama Makassar dan Ujung Pandang; siapakah sang pahlawan, Sultan Hasanuddin atau Arung Palakka; siapakah yang menunggangi atau ditunggangi dalam usaha penyerangan Kerajaan Gowa, Arung Palakka atau VOC? Begitu pula isu penting lainnya yang belum banyak dikenal publik seperti perbedaan konsep hukum Eropa dan Sulawesi Selatan yang punya andil besar menimbulkan konflik terbuka VOC dan Gowa. Latar belakang pribadi Arung Palakka dan Speelman yang mendorong mereka ‘menafsir ulang’ perintah Batavia, dan mengadakan serangan total ke Makassar. Apa yang terjadi pada rakyat Gowa setelah jatuhnya Somba Opu, efeknya di seluruh Nusantara dan tentang dinamika perpindahan persekutuan kerajaan-kerajaan di masa peralihan kekuasaan yang berubah secara drastis menjelang dan setelah kejatuhan ini.

Lebih lengkap tentang buku ini bisa dibaca resensinya di sini.

Jagad Maritim Orang Makassar

Jagad Maritim Orang Makassar Darmawan Salman Penerbit Ininnawa Juli 2006 xvi + 319 halaman

Pada awalnya adalah tatanan sederhana. Tiga komunitas maritim di Sulawesi Selatan—pembuat perahu, penangkap ikan, penghuni pantai wisata—memulai ’hidupnya’ dengan tatanan pra-kapitalis, sederhana dalam struktur dan tidak rasional secara kultur.

Darmawan Salam lewat buku ini memapar bagaimana serbuan investasi, teknologi, dan manajemen mendorong perubahan di tiga komunitas ini. Bagaimana dua proses modernisasi utama: diferensiasi sosial pada aras struktural dan rasionalisasi tindakan pada poros kultural, kemudian ikut bergerak.

Di lain sisi, ikatan parton-klien yang kuat, manifestasi siri’, gelar haji, dan status sosial, telah menjadi sumber motivasi pencapaian warganya, terutama di komunitas pembuat perahu dan penangkap ikan. Tetapi tidak semua aktor bisa tiba ke lapisan yang setaraf, dengan demikian pengaruh dorongan tiga motif itu tidaklah sama.

Dengan penjelasan yang begitu detail, buku ini lalu menjelma penting sebagai panduan dan peta mutakhir memasuki jagad maritim masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya orang Makassar.

Lebih lengkap tentang buku ini, bisa dibaca resensinya di sini.
Kedua buku di atas bisa dipesan via telepon/SMS ke: 081.342.398.338 [jimpe] atau via surat-e ke: penerbitininnawa[at]yahoo[dot]com